Minggu, 14 Februari 2010 22:31 Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 14 Februari 2010 22:53
![]() |
Kita senantiasa selalu berdoa agar tidak lepas dari Al Quran, kita belajar membaca Al Quran, kita belajar memahami isi Al Quran, kita juga selalu belajar untuk dapat mengamalkan isi Al Quran. Kami menghimbau mari kita gemakan ayat-ayat Al Quran di lingkungan kita dari lingkungan rumah kita, lingkungan RT kita, dan lingkungan RW kita. Mulai dari diri kita sendiri, keluarga dan tetangga.
Tadarus, ......
Pemahaman Arti Tadarus
Tadarus bermakna membaca, mengkaji, menelaah hingga menimbulkan bagi tiap pribadi yang mengerjakannya, suatu kesan yang mendalam terhadap suatu pesan yang disampaikan oleh Al-Quran kepada seluruh umat manusia di muka bumi ini. Terkadang didapati ayat-ayat bagi orang beriman juga ada ayat-ayat yang menekankan kekhususan perhatian pada golongan tertentu seperti golongan munafik dan terkadang pula didapati ayat-ayat untuk seluruh umat manusia yang bersifat umum.
Al-Quran membimbing manusia untuk lebih mengenal siapa dirinya dan siapa yang menciptakannya, agar gejolak kesombongan dapat terkikis dari hati manusia itu sendiri. Hikmah akan didapati dengan mengkaji apa yang disampaikan Alquran, karena sesungguhnya Al-Quran sangat terpercaya untuk dijadikan sebagai sumber rujukan, bukan hanya sekedar membaca dan mengkhatamkannya tanpa memandang segi pembelajaran dari Al-Quran.
Jika hal ini terus terjadi, maka dikhawatirkan akan melemahkan kembali identitas umat muslim yang dulu dikenal sebagai umat yang gigih dalam meraih kegemilangan ilmu. Jangan heran jika saat ini Barat memegang tampuk keilmuan, padahal dulu mereka belajar ke peradaban maju umat Islam seperti di Andalusia, Cordoba dan Toledo. Ini akibat pengkajian terhadap Al-Quran masih lemah di kalangan umat dan moment Ramadhan seperti saat ini amat disayangkan jika hanya dipakai sebagai tadarus dalam artian yang sempit.
Kembali pada pesan-pesan Al-quran yang amat rugi jika hanya dibaca saja dengan tadarus ber-juz-juz tapi tidak mendapatkan pengaruh apapun, maka jika demikian bukan tak mungkin keberkahan juga akan lenyap di suci ini. Sepertinya, setting tadarus sudah harus dirubah. Tidak dari sekedar membaca, tapi sudah beranjak pada diskusi-aplikatif sesuai Al-Quran dan Sunnah sehingga cahaya Islam akan kembali berpendar seperti yang diharapkan.
Kesan tadarus seperti biasa bukan tidak mungkin bisa menjadi tradisi yang mengakar setiap datangnya bulan suci Ramadhan. Bayangkan, jika arti tadarus dikembangkan dengan makna luas yaitu dengan melibatkan segala aktivitas pembelajaran di dalamnya, dilakukan oleh umat muslim khususnya di Aceh setiap kali datangnya Ramadhan dengan menghidupkan kembali masjid sebagai basis studi umat Islam, maka akan didapati kekuatan Islam yang sangat luar biasa. Apalagi dengan kesempatan waktu luang yang ada, seharusnya tidak hanya dipakai untuk mengkha- tamkan Quran dengan membacanya saja, tapi sudah merambah pada penelaahan terhadap pesan-pesan yang digariskan oleh Al-Quran dengan pembelajarembelajar dari berbagai usia. Betapa kekuatan umat Islam sesungguhnya amatlah kuat.
Selain perlu dilakukan tadarus Al-Quran, hendaknya juga dilakukan “tadarus” terhadap krisis kemanusiaan yang ada pada daerah Aceh tercinta ini. “Tadarus-tadarus” sosial yang bisa memberikan sebuah solusi sehingga generasi mendatang tidak lagi dihadapkan dengan persoalan yang masih menjadi perbincangan dari tahun ke ta- hun, namun para generasi muda sudah dipersiapkan untuk cerdas dalam menyusun for mula dalam menghadapi masalah yang sama.
Krisis bangsa yang terus menerpa baik di segmen nasional maupun di daerah tentu membutuhkan formula itu. Formula tersebut akan didapat dengan terus melakukan “tadarus-tadarus” yang berisi pengkajian masalah, telaah ilmiah hingga amaliah dan diharapkan mampu menjawab persoalan yang terus saja menimpa bangsa dan negara ini.
Persoalan bangsa tersebut sebenarnya ada pada Al-Quran jika kita teliti dalam membaca pesan Ilahiah darinya. Jawaban-jawaban persoalan itu sudah empat belas abad lampau telah dijelaskan secara gamblang, dan tugas manusia untuk memahami dan mengolah data yang telah diberikan Al-Quran menjadi satu rumusan jawaban untuk menjawab persoalan bangsa ini.
Jadi, makna tadarus sudah sebaiknya disosialisasikan secara jujur. Tidak di persempit, dan tidak diberi pengertian muluk. Sebenarnya jika kita kembali pada makna surat Al-Alaq yang dimulai dengan Iqra’, sebenarnya kita sudah diperingatkan oleh Allah Swt. untuk terus melakukan “tadarus-tadarus” yang tidak sebatas pembacaan Al-Quran secara lahiriah, akan tetapi juga cermat melakukan “tadarus-tadarus”, melihat fenomena alam yang begitu luas dengan batiniah, dari sosio-antropologi hing- ga mencakup perekonomian dan pemerintahan.
Semangat untuk terus melakukan tadarus juga harus pula dijaga agar ciri khas umat Islam sebagai umat yang intens terhadap khazanah keilmuan tidak mudah luntur dengan berbagai kemunduran yang selama ini umumnya terjadi di berbagai negara yang berpenduduk muslim. Sudah saatnya semangat itu tetap di pertahankan dan terus -menerus melakukan “tadarus-tadarus”secara komprehensif dan objektif. Tidak hanya sekadar membaca Al-Quran, tapi juga mengamalkan apa yang tersirat dan tersurat di Al-Quran sebagai kitab suci yang tetap terjaga hingga akhir zaman. Hanya kepada Allah Swt. saya memohon ampun. Wallahu’alam bisshowab.
| Comments |
|
| detikNews - Berita |
| Detik.com sindikasi |
![]() |
|