Jumat, 21 May 2010 20:31
MANDI, WUDHUK, DAN TAYAMUM
Tanggal : 28 Maret 2010
DASAR : Surat Al Maidah (5) : ayat : 6
* Hai Orang-orang yang beriman apa bila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku,dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai kedua mata kaki. Dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit 403) atau dalam perjalaan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh 404) perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih): sapulah muka dan tangamu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagi mu supaya kamu bersyukur.
* 403) : Maksudnya : Sakit yang tidak boleh kena air.
* 404) : Artinya : Menyentuh. Menurut jumhur ialah ”Menyentuh”
sedangkan sebagian mufassirin ialah ” Menyetubuhi”
I. MANDI
Terjemahan Buchari :
No. 164 : Aisyah r.a Isteri Nabi SAW, menceritakan : “ Apbabila Nabi SAW mandi junub 1) beliau muai dengan mencuci kedua belah tangannya, sesudah itu beliau berwudhu seperti berwudhuk untuk sembahyang, kemudian dimasukkannya anak jarinya ke dalam air dan digosok-gosoknya pangkal rambut kepalanya. Kemudian disiramkannya air tiga sauk dengan kedua belah tangannya ke kepalanya dan sesudah itu disiramnya seluruh tubuhnya. “
1); Mandi Jenabah, yaitu mandi yang diwajibkan karena keluar mani (sebab bermimpi atau bersetubuh) dan karena bersetubuh, biar keluar mani atau tidak. Hadas karena keluar mani atau bersetubuh itu dinamakan jinabah atau disebut juga hadas besar
No. 165.: Maimunah ra Isteri Nabi saw, mengatakan : “Rasulullah saw. berwudhuk seperti beliau bewudhu untuk sembahyang, tanpa mencuci kedua kakinya. Lalu dicucinya kemaluannya dan bahagian-bahagian yang kotor. Sesudah itu dituangkannya air ke badannya, lalu dipindahkan kedua kakinya dan dicucinya. Begitulah Nabi mandi junub. 1).
1) Sebelum mandi jenabah, lebih dahulu beliau berwudhu seperti wudhuk untuk shalat. Tetapi mencuci kaki dilakukan beliau setelah selesai mandi. Sedangkan mencuci kemaluan, ialah sebelum wudhuk, sebagaimna tersebut dalam hadis yang lain.
No. 172. : Ibnu Abbas ra, mengatakan bahwa Maimunah ra bercerita : “ Aku sediakan air untuk mandi Nabi saw. Maka beliau cuci kedua belah tangannya, dua atau tiga kali. Sesudah itu dituangkannya air ke tangan kirinya lalu dicucinya kemaluannya dan disapukannya tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur, menghirup air ke hidung (istinsyaq), mencuci muka dan mencuci kedua tangannya. Sesudah itu disiramkannya air ke seluruh tubuhnya. Kemudian beliau bergeser sedikit dari tempatnya dan mencuci kedua kakinya.
No.173 : Aisyah r.a mengatakan : ” Aku dan Nabi saw. Mandi bersama dari satu bejana; tangan kami berganti-ganti (mengambil air) dari bejana itu ”
Terjemahan Muslim
No. 263. : Dari Aisyah ra katanya: Apabila Rasullah saw mandi junub, mula-mula dicucinya tangannya, kemudian dituangkannya air dengan tangan kanan ketangan kiri, lalu dicucinya kemaluannya. Sesudah itu beliau mengambil wudhuk seperti wudhuk untuk shalat. Kemudian diambilnya air, lalu dimasukkannya dengan anak-anak jarinya ke akar-akar rambut, sehingga apabila dirasanya telah merata, maka disiramkannya air ke kepalanya tiga kali. Kemudian disiramnya seluruh tubuhnya dan sesudah itu dicucinya kedua kakinya.”
No. 264.: Dari Aisyah ra, katanya “ Apabila Rasulullah saw mandi junub, mula-mula dicucinya tangannya sebelum dimasukkannya ke dalam bejana. Sesudah itu beliau mengambil wudhuk seperti wudhuk shalat.
No. 265 : Dari Ibnu Abbas ra, katanya “ Maimunah, bibiku, pernah bercerita kepadaku, “ Aku membawakan air untuk Rasulullah saw untuk keperluan beliau mandi junub. Mula-mula beliau mencuci tangan dua atau tiga kali. Kemudian dimasukkannnya tangannya ke dalam bejana, lalu disiramnya kemaluannya dan dicucinya dengan tangan kiri. Sesudah itu ke tanah, lalu digosok-gosokkannya agak keras. Kemudian beliau berwudhuk seperti wudhuk untuk shalat. Sesudah itu disiramnya kepalanya dengan air sepenuh telapak tangan tiga kali, dan sesudah itu seluruh tubuhnya. Kemudian beliau beranjak sedikit dari tempatnya, lalu dicucinya kakinya. Sesudah itu aku berikan kepada beliau handuk, tetapi beliau menolak.
**** Dari Aisyah r.a, katanya : Rasulullah saw mandi junub dengan air satu bejana, yang disebut bejana * Al Faraq* “ 53)
53) Kata Sufyan, bejana Al Faraq berisi +/- tiga gantang air.
Terjemahan Muslim
No. 317 : Dari Syaqiq r.a, katanya :” Aku duduk bersama-sama dengan Abdullah dan Abu Musa. Maka berkata Abu Musa, “ Hai Abu Abdurrahman! Bagaimana pendapat Anda jika seorang laki-laki junub, tetapi dia tidk mendapat air selama sebulan,bagaimana dia shalat?” Jawab” Dia tidak boleh tayamum, walau pun sebulan lamanya.” Kata Abu Musa, lalu bagaimana dengan ayat ………falam tajiduu maa-an fa tayammamuu sha’idan thayyibaa… (Al Maidah ayat : 6) (….. lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang bersih. ) “
Jawab Abdullah, “ Jikalau mereka dibolehkan memakai ayat ini, dikuatirkan mereka pada musim dingin akau selalu tayamum dengan tanah “ kata Abu Musa. “ Apakah Anda belum mendengar cerita Ammar? “ Katanya begini : “Aku diutus Rasulullah saw untuk suatu urusan. Dalam perjalanan aku junub, tetapi aku tidak mendapatkan air. Karena itu aku berguling-guling di tanah seperti hewan. Kemudian, setelah aku bertemu dengan Nabi saw, kuceritakan kepada beliau peristiwa yang kualami itu. “ Sabda beliau : “ Sesungguhnya sudah cukup kalau engkau melakukan seperti ini. Lalu beliau memukul kedua telapak tangannya ketanah satu kali. Sesudah itu disapukan tangannya yang kiri ke tangan kanan, kepunggung tangan dan mukanya,” kata Abdullah, “ Tidak tahukah anda “ Umar tidak menanggapi (meragukan) cerita amar itu?”.
No. 318 : Dari Said bin Abdur Rahman bin Abza, dari bapaknya, katanya “Seorang laki-laki datang kepada Umar lalu bertanya : “Aku junub, tetapi akau tidak mendapat air (Bagaimana aku shalat?) Jawab ‘Umar’ “ Jangan shalat!” Kata Ammar, Ya Amirul Mukminin! Tidak ingatkah anda, ketika aku dan anda bersama-sama dalam satu perjalanan? Lalu kita sama-sama junub dan tidak mendapatkan air. Adapun anda tidak shalat, tetapi aku berguling di tanah lalu shalat. Sesudah itu Nabi saw bersabda , ” Sesungguhnya sudah cukup kalau anda memukul kedua tlapak tangan anda ke tanah, sesudah itu tiup, lalu disapukan keduanya ke muka dan ke tangan” kata Umar, Takutlah kepada Allah, hai Ammar!” Kata Ammar, ” Jika anda kehendaki, aku tidak akan menceritakan hadis ini
No. 319 : Dari Abdul Jahm bin Harits bin Shimmah Al Anshari, Katanya : ”Rasulullah saw datang dari arah telaga jamal, lalu bertemu dengan seorang laki-laki. Orang itu memberi salam kepada Nabi, Tetapi beliau belum menyahut, sehingga beliau menghadap ke dinding, lalu menyapu muka dan kedua tangannya, sesudah itu barulah beliau menjawab salam orang itu.
No. 320 : Dari Abu Hurairah r.a, katanya dia bertemu dengan Rasulullah saw. Di sebuah jalan di kota Madinah, pada hal Abu Hurairah ketika itu sedang junub. Lalu dia menghilang dan pergi mandi, sedangkan Rasulullah saw mencari-crinya. Tatkala dia bertemu kembali dengan Nabi saw, beliau bertanya kepadanya ” Kemana saja engkau, hai Abu Hurairah ?” Jawab Abu Hurairah,” Aku sedang junub, karena itu aku segan berdekatan dengan anda sebelum aku mandi.” Sabda nabi saw, ” Subhanallah! Sesungguhnya orang-orang mukmin itu tidak najis.”
Terjemahan Bukhari
No. 208 : Kata Abu Juhaim: ” Nabisaw datang dari arah telaga jamal. Lalu beliau bertemu dengan seorang laki-laki, Orang itu memberi salam kepada Nabi dan Nabi belum menjawab salamnya, sehingga Nabi menghadap kesebuah tembok, lalu beliau menyapu kedua muka dan kedua tangan beliau, sesudah itu barulah beliau menjawab salam orang itu” 1).
1) Nabi saw, tayamum dengan debu yang melekat di tembok. Hadis ini dikuatkan oleh hadis yang lain yang mengatakan bahwa Nabi mencukil tembok itu lebih dahulu (Riwayat Syai’i).
No. 209 : Berita dari Abdurrahman bin Abza mengatakan seorang laki-laki datang kepada Umar bin Khaththab, dia berkata ” saya junub, sedang air tidak ada,” Lalu Ammar bin Yasir berkata kepada Umar bin Kaththab, ” Tidak ingatkah anda, ketika saya dan anda dalam suatu perjalanan. Anda tidak shalat (karena tidak ada air untuk whuduk) sedang saya berguling-giling di tanah, sesudah itu saya shalat. Kemudian keceritakan hal itu kepada Rasullah saw, lalu beliau bersabda ” Cukuplah begini saja – Nabi memukukan kedua telapak tangannya ke tanah lalu dihembuskannya keduanya, kemudian disapukannya keduanya ke muka dan kedua punggung tangannya.” 2)
2) Setengah mengatakan, menyapu kedua tangan itu hingga dua siku seperti wuduk, mereka beralasan kepada hadis yang diriwyatkan oleh Daruquthni. Tetapi menurut pendapat ahli-ahli hadis yang masyhur, hadis itu lemah
Terjemahan Bukhari
No. 96: Abu Hurairah r.a mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda,
”Tidak diterima sembahyang orang yan berhadas, kalau dia tidak berwudhuk.” Bertanya seorang laki-laki dari Hadramaut, ” Apakah hadas itu hai Asbu Hurairah?” Jawab Abu Hurairah. ” Kentut, tidk berbunyi atau berbunyi.” 1)
1): Hadas itu banyak, umpamanya : buang air kecil, buang air besar, haid, nifas dan lain-lain. Dalam hadis ini disebut oleh Abu Hurairah kentur saja, sesuai dengan permasalaha yang menonjol ketika itu. Macam-macam hadas yang lain, tersebut dalam hadis lain pula.
NO. 100 Ibnu Abbas ra. Menceritakan dia berwudhuk. Dicucinyamukanya, kemudian disauknya air lalu ia berkumur-kumur dengan air itu, kemudian dihirupnya air kehidung, untuk embesihkan lubang hidungnya (istinsyaq). Sesudah itu diambilnyapula sesauk air, maka dibuatnya air itu begini : dituangnya air itu ketelapak tangannya yang sebelah, lalu dibasuhnya mukanya, kemudian disauknya pula ai, lalu dibasuhnya tangan kanannya, disaukya pula sesauk , lalu dibasuhnya tangan kirinya. Kemudian disapunya kekepalanya. Sesudah itu disauknya air, lalu dibasuhnya kaki kirinya .
Kemudia ia berkata, ”Beginilah saya lihat Rasulullah saw berwudhuk.
Terjemahan Muslim :
No. 177 Humran, hamba sahaya ’Usman bin Affan r.a. mceritakan bahwa “ Usman minta air untuk berwudhuk. Mula-mula dicucinya keduatelapak tangannya tiga kali. Sesudah itu dia berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung. Kemudian dia mencuci muka tiga kali. Sesudah itu mencuci tangan kanan hingga siku tiga kali. Sesudah itu mencuci tangan kiri seperti yang kanan. Kemudian menyapu kepala. Kemudian mencuci kaki kanan hingga dua mata kaki tig kali. Kemudian mencuci kaki kiri seperti yang kanan. Sesudah itu dia berkata,”Sepeerti itulah kulihat Rasulullah saw berwudhuk. Sesudah itu Rasulullah saw bersabda: ”Siap berwudhuk seperti wudhukku ini, dn kemudian dia shalat du raka’at tanpa bercakap dengan dirinya sendiri (tanpa berangan-angan), diampuni Allah dosa-dosanya yang terdahulu
KESIMPULAN
1, Mandi Janabat / Junub dilakukan :
Setelah melakukan hubungan suami isteri.
2. Tayamum dilakukan :
a. Bila sakit tidak boleh kena air.
3. Wudhuk dilakukan ;
| Comments |
|
| detikNews - Berita |
| Detik.com sindikasi |
![]() |
|