Minggu, 16 May 2010 05:27
Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 16 May 2010 05:46
Ditulis oleh drajad
HAL APA YANG MEMBATALKAN PAHALA AMAL SHOLEH

DASAR
Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rosul dan janganlah kamu merusak (pahala) amal-amalmu.. (surat Muhammad :47:33).
Katakanlah: Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? (Surat AL Kahfi : 18 : 103)
Yaitu orang-orang yan telah sia-sia perbuatanya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyanggka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.(Surat Al Kahfi : 18 : 104 ).
Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia :
896), maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat
. (surat Al Kahfi : 18 : 105) > 896 ): Maksudnya: Tidak beriman kepada pembangkitan di hari kiamat, hisab dan pembalasan.
Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana ditanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatangi air itu tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitunganNYa 1043) (Surat An Nur :24:39). > 1043): Orang-orang kafir, karena amal-amal mereka tidak didasarkan atas iman, tidaklah mendapat balasan dari Tuhan di akhirat walaupun di dunia mereka mengira akan mendapat balasan atas amalan mereka itu.
Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila ia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan ) berangsiapa yang tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.(surat An Nur 24: 40).
Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. (Surat Ibrahim 14 : 18).
Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan : 1063 ) lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Surat Al; Furqon : 25 : 23 ). >1063 ): Yang dimaksud dengan amal mereka di sini ialah amal-amal mereka yang baik-baik yang mereka kerjakan di dunia. Amal-amal itu tak dibalas oleh Allah karena mereka tidak beriman.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpaan orang seperti itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah), Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir 168 ). (Surat Al baqoroh : 2 : 264). >168): Mereka ini tidak mendapat manfa’at di dunia dari usaha-usaha mereka dan tidak pula mendapat pahala di akhirat.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebagian yang lain. Supaya tidak hapus (pahala) amalanmu 1409) sedangkan kamu tidak menyadari. (Surat Al Hujarat 49 : 2 ). > 1409 ): Meninggikan suara lebih dari suara Nabi saw atau berbicara keras terhadap Nabi adalah suatu perbuatan yang menyakiti Nabi. Karena itu terlarang melakukannya dan menyebabkan hapusnya amal perbuatan.
Dan sebahagian besar mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain). (Surat Yusuf 12:106 ). Jikalau kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscahya kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (Surat An Nisa 4: 31).
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (Syirik), mereka itulah orang-orang yag mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (surat AL An’am Surat 6 : 82)
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya : ”Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”
II. HADIS :
Hadis Buchori :
No. 26: Dari Abdullah bin Umar ra, katanya : ” Tatkala turun ayat yang berbunyi: ” Mereka yang beriman dan tidak mencampur-baurkan iman mereka dengan aniaya, mereka akan beroleh ketenteraman dan akan dipimpin (Allah). Bertanya para sahabat Rasulullah saw ” Siapakah di antara kami yang tidak aniaya terhadap diri sendiri ? ” Maka diturunkann ayat: Sesungguhnya syirik (mempersekutukan Allah) adalah aniaya yang amat besar. 1)
1): Aniaya itu banyak macamnya. Karena itulah para sahabat bertanya kepada Nabi saw. Apakah yang dimaksud dengan aniaya dalam ayat itu. Pertanyaan itu dijawab sendiri oleh Allah swt. ” Bahwa yang dimaksud dengan aniaya disitu ialah mempersekutukan Tuhan (Syirik).
No.1841: Dari Abdullah ra katanya : Setelah turun ayat: ” Orang-orang yang beriman tidak mencampur keimannanya dengan kesalahan.....1) terasa berat bagi sahabat Nabi saw, dan karena itu mereka bertanya: ”Siapakah di anatara kita yang tidak mencampur keimanannya dengan kesalahan?” Rasulullah saw menjawab : ”Sebenarnya bukan begitu ! Bukankah kamu telah mndengar perkataan Lukman : ” Sesungguhnya mempersekutukan Tuhan adalah suatu kesalahan besar.” 2)
1) : Surat Al An”am : 82
2) : Surat Lukman : 13.
**** Dari Aisyah ra : Rasullullah sa bersabda: Barang siapa orang beribadah yang mengada-ada dari ketentuan Rasulullah saw, maka amalan itu di tolak.
Kesimpulan: Dari Hal-hal apa saja yang membatalkan amal sholeh seseorang :
- Amalan Orang-orang kafir.
- Amalan Orang yang beriman kepada Allah dan Rosul tetapi mempercayai pula kekuatan-keuatan lainnya. (Musyrik)
- Orang yang beramal (sedekah) kepada orang lain tetapi dengan nyebut-nyebutnya serta menyakiti perasaan orang yang menerima.
- Orang yang mendekati dosa-dosa besar diantara dosa yang dilarang Allah.
- Tidak mencampurkan hasil perbuatan dosa dengan ibadah.
Syarat-syarat diterimanya amal :
- Beriman sesuai dengan ketentuan Allah SWT.
- Ikhlas (tidak riya dan Sub’ah)
- Tidak mengkomsumsi makanan, minuman dan pakaian yang diperoleh dari pekerjaan yang tidak halal.
- Cara melaksanakannya harus sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul.
- Tidak mencampur hasil perbuatan dosa dengan ibadah
Nara sumber : Drs. M. Sapta. Disadur oleh : Amir Nizar.